fbpx

Informasi

Pengertian Web Server, Fungsi, Jenis, Cara Kerja dan Contoh Web Server Lengkap

By

on

Pengertian Web Server, Fungsi, Jenis, Cara Kerja, Contoh, Kelebihan dan Kekurangan Web Server Lengkap – Dalam dunia jaringan, web server atau server merupakan salah satu kebutuhan yang dipakai pengguna untuk websitenya yang memiliki kapasitas untuk menyimpan yang besar dan akses yang cepat untuk trafik yang besar dalam pencegahan terjadinya down di suatu website atau aplikasi.

Pengertian Web Server adalah suatu perangkat lunak (software) dalam server yang berfungsi untuk menerima permintaan (request) dari client atau browser berupa halaman website melalui protokol HTTP/ HTTPS, lalu merespon permintaan tersebut dalam bentuk halaman website berupa dokumen HTML atau PHP.

Web Server adalah software yang berfungsi sebagai pemberi layaan kepada web client (browser) seperti Chrome, Mozilla, Opera, Safari, dan lainya, agar browser tersebut dapat menampilkan halaman website yang diminta.

Pengertian Web Server Menurut Para Ahli

Nugroho

Menurut Nugroho, Web Server adalah sebuah bentuk dari server yang khusus digunakan untuk menyimpan halaman website atau home page. Sebuah komputer dapat dikatakan sebagai web server apabila komputer tersebut memilki suatu program server yang disebut PWS (Personal Web Service) .

Khairil

Menurut Khairil, Web Server adalah suatu software atau perangkat lunak yang menjadi tulang belakang atau tulang punggung dari sebuah world wide web (www).

Solochin

Menurut Solichin, Web Server adalah sebuah perangkat lunak yang terinstall di dalam komputer server, yang berfungsi untuk menerima permintaan dan juga request berupa halaman website melalui HTTP atau HTTPS dari user atau client, kemudian mengirimkannya kembali dalam bentuk halaman web yang berbentuk dokumen HTML.

Fungsi Web Server

Fungsi utama web server yaitu sebagai alat untuk memproses berbagai berkas yang diminta oleh klien, lalu memberikan respon dalam bentuk halaman web. Halaman website tersebut terdiri dari teks, gambar, dokumen, video dan lain sebagainya.

Jadi, setiap pengguna internet membuka halaman website, maka terjadi permintaan (request). Selanjutnya, apabila alamat IP atau domain website yang diminta benar, maka web server akan memberikan respon dengan menampilkan data atau file yang ada di database website tersebut pada pengguna.

Jenis-Jenis Web Server

Berikut ini beberapa jenis web server diantaranya yaitu:

Apache Web Server
Pada mulanya, Apache Web Server adalah suatu software open source (perangkat lunak terbuka) yang merupakan alternatif dari netscape yang kemudian sejak bulan april 1996 menjadi server web yang terkenal dan sangat sering digunakan di internet.

BACA JUGA :  Begini, Cara Beli Koin LINE dengan Pulsa, Sangat Mudah!

Pada awalnya, Apache berasal dari suatu server web populer yang pengembangannya pada tahun 1995 yang bernama NCSA HHTPd 1.3 yang memiliki sejumlah perubahan besar terhadap kode sumbernya (patch). Karena banyaknya patch pada perangkat lunak tersebut sehingga disebut server yang memiliki banyak patch.

Namun pada halaman FAQ di situs web resminya, disebut jika “Apache” dipilih untuk menghormati suku asli Indian Amerika Apache (Inde), yang dikenal karena keahlian dan strategi perangnya. Versi 2 dari Apache ditulis dari awal tanpa mengandung kode sumber dari NCSA. Web server ini bisa berjalan di sistem operasi berbasis Unix atau Linux.

Apache Tomcat Web Server
Meski sama berada dibawah lisensi Apache Software Foundation, Apache Tomcat Server dipisah dari Apache Web Server karena terdapat perbedaan fungsi antara keduanya. Perbedaan apache web server dan apache tomcat web server yakni Apache web server dibuat untuk melayani aplikasi HTTPd seperti PHP atau Perl, sedangkan Apache Tomcat Web Server dibuat untuk melayani aplikasi servlet seper JSP.

Apache tomcat web server merupakan salah satu servlet atau web container yang populer di sekitar pemrograman web java. Apache tomcat bersifat open source dan menguasai sekitar kurang 1% dari semua pangsa pasar web server pada masa sekarang ini.

Nginx Web Server
Nginx Web Server dirilis pada 04 Oktober 2004. Data Netcraff per bulan mei 20015 memberikan bahwa nginx menguasai sekitar 15% dari total pangsa pasar web server yang ada sekarang ini, dengan jumlah situs lebih dari 120 juta situs.

Nginx bisa dibilang lebih stabil dan menghemat source, sehingga banyak web master yang mempunyai spesifikasi server tidak begitu besar, lebih untuk memilih dan memakai nginx dibandingkan web server gratis lainnya. Selain mendukung sistem operaasi Linux seperti Centos, Debian, Redhat dan Ubuntu, Nginx juga mendukung pada beberapa versi dari sistem operasi Windows dan Solaris.

Lighttpd Web Server
Lighttpd Web Server pertama kali dirilis pada maret tahun 2003. Meski usianya bisa dibilang lebih tua dari Nginx, namun pengguna Lighttpd lebih sedikit daripada dengan pengguna Nginx. Sekarang ini Lighttpd menguasai kurang dari setengah persen total pangsa pasar web server di dunia. Lighttpd bisa berjalan pada sistem operasi Windows, Linux, dan sistem Operasi Unix lainnya.

BACA JUGA :  Cara Menstabilkan Koneksi Internet Dengan Command Prompt

Cara Kerja Web Server

Cara kerja web server yaitu untuk menerima permintaan dari client dan mengirimkan kembali berkas yang diminta oleh Web client adalah pengguna internet yang menggunakan browser (Chrome, Mozilla, Opera, Safari, dan lainnya) untuk terhubung dengan web server melalui internet. Sedangkan web server adalah software yang melayani permintaan web client.

Ketika web client (browser) meminta data halaman website pada server, maka permintaan tersebut dikemas browser dalam TCP (Transmission Control Protocol) yang merupakan protokol transport. Kemudian permintaan tersebut dikirim ke alamat data, dalam hal ini merupakan protokol HTTP atau HTTPS.

Selanjutnya, data tersebut akan dicari oleh web server di dalam komputer server. Apabila data ditemukan maka data tersebut akan dikemas oleh web server dalam TCP lalu dikirim dan ditampilkan ke browser. Jika data yang dikirim diminta web client tidak ditemukan, maka web server akan menolak permintan dan menampilkan halaman Error 404 atau Page Not Found di browser.

Contoh Web Server

Berikut ini beberapa contoh web server diantaranya yaitu:

  • Apache
  • IIS (Internet Information Services)
  • Nginx
  • Lighttpd

Kelebihan dan Kekurangan Web Server

Kelebihan Web Server, diantaranya yaitu:

  • Pada jenis web server Apache proses instalasi lebih mudah dan gratis.
  • Pada jenis web server Lite performa PHP dapat mencapai 50% dan compatible.
  • Pada jenis web server Nginx memberikan konten yang statis, lebih efisien dan merupakan server dengan banyak pengguna di dunia.
  • Pada jenis web server IIS banyak fitur pengelola seperti FTP, pengelola web, NNTP dan Ghoper.

Kekurangan Web Server, diantaranya yaitu:

  • Sebagian web server ada yang gratis dan ada yang berbayar.
  • Memerlukan keahlian dibidang teknologi jaringan untuk mempelajari web server.

Itulah informasi tentang Pengertian Web Server, Fungsi, Jenis, Cara Kerja dan Contoh Web Server Lengkap , semoga bermanfaat.

You must be logged in to post a comment Login

Shares