fbpx

Informasi

Pengertian Backbone, Fungsi dan Cara Kerja Jaringan Backbone Lengkap

By

on

Pengertian Backbone, Fungsi dan Cara Kerja Jaringan Backbone Lengkap – Dalam dunia jaringan komputer, backbone merupakan saluran pusat atau koneksi yang dirancang untuk mentransfer aliran lalu lintas data di suatu jaringan. Pada umumnya, backbone dapat digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal LAN dengan jaringan yang jangkauannya lebih luas (WAN) secara bersamaan.

Untuk membangun backbone ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya jaringan ini membutuhkan bandwidth yang besar, kecepatan transmisi yang tinggi dan didukung dengan infrastruktur yang memiliki kehandalan tinggi.

Biasanya, jaringan ini dirancang dengan menggunakan media transmisi seperti satelit, microwave atau Fiber Optic. Akan tetapi, karena jaringan backbone memerlukan bandwidth yang besar, maka menggunakan media fiber optic yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan menggunakan jaringan backbone, maka kinerja jaringan akan menjadi lebih maksimal.

Pada prinsipnya, saat ini ada tiga bagian penting dalam infrastruktur telekomunikasiyaitu :

1. Infrastruktur Backbone Internasional
Backbone internasional adalah jaringan backbone yang menghubungkan lalu lintas (traffic) jaringan domestik menuju jaringan internasional. Infrastruktur jaringan ini dirancang menggunakan Fiber Optic dari bawah laut dan satelit regional dan internasional.

2. Infrastruktur Backbone Domestik
Backbone domestik adalah infrastruktur jaringan yang menghubungkan seluruh kota di Indonesia. Untuk menghubungkan kota-kota bagian barat Indonesia menggunakan Fiber Optic, sedangkan untuk akses ke seluruh wilayah Indonesia menggunakan satelit dan radio.

3. Jaringan Akses
Jaringan akses adalah jaringan dengan mengakses pelanggan secara langsung. Infrastruktur ini membutuhkan investasi yang besar dengan berbagai teknologi yang berkembang. Namun, secara umum media yang digunakan untuk merancang infrastruktur ini yaitu kabel dan wireless.

Fungsi Backbone

Pada dasarnya, backbone dirancang untuk memaksimalkan kinerja komunikasi data dalam jaringan yang berskala besar, seperti transfer data. Selain itu, fungsi backbone diantaranya yaitu, yaitu :

  • Dapat melakukan transfer data hingga mencapai 100 Mbps
  • Dapat mengurangi terjadinya bottleneck, yaitu keadaan dimana terjadi kepadatan atau beban user untuk
  • mengakses data dalam jaringan.
  • Mampu meningkatkan interkoneksi antar jaringan lokal yang telah dirancang.
  • Jaringan Backbone umumnya menggunakan teknik dual ring, sehingga memiliki fault tolerance yang sangat tinggi.
BACA JUGA :  Cara Mudah Mengatasi Masalah Tidak Bisa Download di Google Drive

Cara Kerja Backbone dalam Jaringan

Hingga saat ini, penerapan backbone jaringan yang terbaik adalah yang digunakan internet. karena hampir semua web browser, streaming video atau arus lalu lintas data lainnya menerapkan backbone dalam jaringannya.

Mereka terdiri dari router jaringan dan switch yang dihubungkan terutama oleh kabel serat optik (walaupun beberapa segmen Ethernet pada link Backbone lalu lintas juga ada). Setiap link serat pada Backbone biasanya menyediakan 100 Gbps bandwidth jaringan . Komputer jarang terhubung ke Backbone secara langsung

Pada umumnya, jaringan backbone terdiri dari router jaringan dan switch yang dihubungkan menggunakan Fiber optic. Setiap link Fiber Optic menyediakan bandwidth sebesar 100 Gbps. Komputer sangat jarang terhubung ke backbone secara langsung. Sebaliknya, penyedia jasa internet atau Internet Service Provider terhubung langsung ke backbone jaringan dan komputer secara tidak langsung terhubung ke backbone tersebut.

Jaringan backbone banyak digunakan karena memiliki kemampuan yang handal dalam mencegah terjadinya bottleneck yang bisa menyerang server pusat. Biasanya, kabel yang digunakan jenis fiber optic dengan kabel RG-58/8. Konektor yang digunakan seperti ST untuk fiber optic, BNC pada kabel RG-58 dan AUI pada kabel RG-8.

Jaringan backbone yang sering digunakan yaitu jaringan yang menyediakan infrastruktur yang mendukung jaringan lokal yang terhubung dengan area pusat, dimana seluruh karyawan bisa sharing data dengan proses yang sangat mudah dan cepat. Selain itu, jaringan backbone juga sering diterapkan pada area kampus. Dengan membuat jaringan lokal yang difungsikan pada setiap bangunan yang terhubung dengan sistem terpusat sehingga memungkinkan terjadinya sharing data melalui interkoneksi jaringan, dimana semua jaringan berjalan secara independen namun masih bisa bertukar data dalam jaringan terhubung.

BACA JUGA :  Cara Burning CD/DVD Tanpa Software Di Windows 7 dengan Mudah

Itulah informasi tentang “Pengertian Backbone, Fungsi dan Cara Kerja Jaringan Backbone Lengkap“, semoga bermanfaat.

You must be logged in to post a comment Login

Shares