Perancangan sistem

Pengertian Kecerdasan Buatan Menurut Para Ahli dan Penjelasan

By

on

Kecerdasan Buatan – Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan merupakan cabang dari ilmu komputer yang konsern dengan pengautomatisasi tingkah Iaku cerdas. Pernyataan tersebut juga dapat dijadikan definisi dari AI. Definisi ini menunjukkan bahwa AI adalah bagian dari komputer sehingga harus didasarkan pada sound theoretical (teori suara) dan prinsip-prinsip aplikasi dari bidangnya. Prinsip-prinsip ini meliputi struktur data yang digunakan dalam representasi pengetahuan, algoritma yang diperlukan untuk mengaplikasikan pengetahuan tersebut, serta bahasa dan teknik pemrograman yang digunakan dalam mengimplementasikannya.

Namun, definisi di atas belum memadai karena pada kenyataannya istilah kecerdasan itu sendiri tidak didefinisikan atau dipahami dengan sangat baik. Kerap kali kita meyakini telah mengetahui tingkah laku cerdas saat melihatnya sendiri. Akan tetapi, keraguan juga akan muncul ketika orang lain menyatakan kecerdasan dalam cara khusus menurut cara mereka yang cukup membantu dalam evaluasi kecerdasan program komputer. Dengan demikian, belum ada suatu definisi yang cocok untuk artificial intelligence itu sendiri.

Definisi AI ini menjadi masalah tersendiri yang harus dijawab: apakah kecerdasan tersebut merupakan suatu “single faculty”, atau npakah hanya sebuah nama untuk kumpulan perbedaan dan tidak ada hubungannya dengan kemampuan? Apa perlunya mempelajari AI? Apakah ada hubungan dengan proses belajar, kreativitas dan intuisi? Dapatkah kecerdasan disimpulkan dari tingkah yang dapat  diobservasi atau membutuhkan pembuktian dari suatu mekanisme internal yang khusus? Bagaimana pengetahuan direpresentasikan dalam jaringan saraf dari kehidupan? Semua pertanyaan tersebut mempakan pertanyaan yang mungkin belum terjawab dan tentunya akan membantu kita untuk terus berusaha menggeluti, mempelajari dan mencari metode yang dapat menjadi solusi bagi pertanyaan ini, dan nantinya akan membentuk suatu intisari AI modem. AI menawarkan media dan uji teori dari keeerdasan. Teori-teori tersebut dapat dinyatakan dalam bahasa program komputer, diuji dan dibuktikan melalui eksekusi pada komputer.

Karena tidak adanya definisi yang pasti tentang AI maka berikut ini adalah definisi yang diambil dari delapan buku teks. Definisi tersebut dibagi dalam dua kotak utama, kotak bagian atas menunjukkan definisi berkaitan dengan proses pemikiran dan penalaran dan kotak yang satu menunjukkan tingkah laku.

Tabel penjabaran definisi AI. 

“The existing new effort to make computers think…machine with mind, in full and literal sense” (Haugeland,1985)


 

“The automation of activities that we associate with human thinking, activities                  such as decision     making,      problem solving,leraning,.. .”(Bellman, 1978)

“The study of mental facultaties through the use of computasional models”          (Chania and mcDermott, 1985)


“The study of the computation that make it possible to perceive, reason and act”(Winston, 1992)

“The art of creating machine that performs functions that require intelligence when performed by people”(Kurzweil, 1990)


 

“The study of how to make computers do things at which, at the moment, people are better” (Rich and Knight, 1991)

“A field of study that seeks to explain and emulate intelligent behavior in termof computational processes”(Schalkoff,1990)


 

“The branch of computer science that is concerned with the automation         of        intelligent behavior”(Luger and stubblefield,1993)

Dari penjabaran definisi di atas, dapat didefinisikan AI dapat dibagi dalam empat kategori:

  • Sistem yang dapat berpikir seperti manusia “Thinking hutnanly”
  • Sistem yang dapat bertingkah laku seperti manusia “Acting humanly”
  • Sistem yang dapat berpikir secara rasional “Thinking rationally”
  • Sistem yang dapat bertingkah laku secara rasional “Acting rationally”

Secara historis, keempat pendekatan tersebut telah dilakukan. Pendekatan manusia haruslah merupakan suatu ilmu empiris, termasuk hipotesa dan konfirmasi percobaan dan pendekatan rasional meliputi kombinasi dari matematika dan rekayasa.

Acting Humanly: Pendekatan Uji Turing

Uji Turing yang diajukan oleh Alan Turing pada tahun 1950 dirancang untuk menyediakan suatu definisi operasional yang layak bagi keeerdasan. Turing mendefinisikan tingkah laku yang cerdas sebagai suatu kemampuan untuk menirukan manusia dalam semua lugas kognitif, mencukupi untuk “fool interrogator”. Uji yang diajukan oleh Turing merupakan komputer yang akan dijalankan oleh manusia melalui teletype. Jika interrogator tidak dapat membedakan apakah yang diinterogasi adalah manusia atau komputer maka komputer berintelejensia tersebut lolos dari uji Turing (Turing test).

Saat ini, pemrograman komputer melalui uji tersebut membutuhkan banyak kerja. Komputer membutuhkan kemampuan berikut:

  1. Natural language Processing (Pemrosesan Bahasa Alami) untuk dapat berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Inggris atau bahasa lainnya.
  2. Knowledge representation (Representasi Pengetahuan) untuk menyimpan informasi yang disediakan sebelum atau sampai dengan dijalankan.
  3.  Automated Reasoning (Penalaran Otomatis), menggunakan informasi yang telah disimpan untuk menjawab pertanyaan dan menggambarkan kesimpulan terbaru.
  4. Machine Learning (Mesin Pembelajaran) untuk menyesuaikan keadaan dan mendeteksi serta memperhitungkan pola.

Uji Turing sengaja mencegah terjadinya interaksi langsung antara yang menjalankan dan komputer karena simulasi secara fisik dari manusia tidak memerlukan kecerdasan.

Thinking Humanly: Pendekatan Model Kognitif

Jika kita ingin mengatakan bahwa suatu program dapat berpikir seperti manusia maka ada beberapa cara untuk menyata- kannya, yaitu:

  1. Melalui introspeksi: mencoba menangkap pemikiran- pemikiran kita sendiri pada saat kita berpikir. Tetapi seorang psikolog Barat mengatakan: “how do you know that you understand?“. Bagaimana Anda sadar bahwa Anda sedang sadar? Karena pada saat Anda menyadari pemikiran Anda, temyata pemikiran tersebut sudah lewat dan digantikan kesadaran Anda.
  2. Melalui-eksperimen-eksperimen psikologi.

Thinking Rationally: The Laws of Thought Approach

Ada dua masalah dalam pendekatan ini, yaitu:

  1. Tidak mudah untuk membuat pengetahuan informal dan menyatakannya dalam fomuil term yang diperlukan oleh notasi logika, khususnya ketika pengetahuan tersebut memiliki kepastian kurang dari 100%.
  2. Terdapat perbedaan besar antara dapat memecahkan masalah “dalam prinsip” dan memecahkannya dalam praktik.

Namun demikian, kedua masalah tersebut digunakan untuk tiap usaha dalam membangun sistem penalaran komputasional. Keduanya muncul pertama dalam tradisi logis karena kemampuan sistem representasi dan penalaran yang terdefinisi dengan baik dan mudah dipahami.

Acting Rationally: The Rational Agent Approach.

Membuat inferensi yang benar kadang-kadang merupakan bagian dari suatu rational agent karena satu cara untuk melakukan aksi secara rasional adalah menalar secara logika untuk mendapatkan kesimpulan bahwa aksi yang diberikan akan mencapai tujuan, dan kemudian melakukan aksi atas kesimpulan tersebut. Dalam buku ajar ini, kita akan menggunakan pendekatan rational agent. Hal ini akan membatasi bahasan kita pada teknik-teknik rasional pada intelijensia buatan. Adapun aksi dan pikiran manusia di luar rasio (refleks dan intuitif) belum dapat ditirukan oleh komputer.

Dari beberapa perspektif, AI dapat dipandang sebagai:

  1. Dari perspektif Kecerdasan (Intelligence), AI adalah bagaimana membuat mesin yang “cerdas” dan dapat melakukan hal-hal yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh manusia.
  2. Dari perspektif bisnis, AI adalah sekelompok alat bantu (tools) yang berdaya guna, dan metodologi yang menggunakan tool-tool tersebut untuk menyelesaikan masalh-masalah bisnis.
  3. Dari perspekrif pemograman (Programing), AI juga meliputi studi tetntang pemograman simbolik, pemecahan maslah , prose pencarian (search)
  4. Dari perspektif penelitian (research)
    a. Riset tentang AI dimulai pada awal tahun 1960-an, percobaan pertama adalah membuat program permaina (game) catur, membuktikan teori, dan general problem solving (untuk tugas-tugas sederhana)
    b. Artificial intelugence adalah nama pada akar dari studi area.

Demikian penjelasan terkait analisis perancangan sistem tentang Pengertian Kecerdasan Buatan Menurut Para Ahli dan Penjelasan yang bisa di sampaikan. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda.

You must be logged in to post a comment Login

Shares